menulis ala ipong

pinter karena membaca.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 21 Mei 2017

Hakikat Sila Kelima Menurut Pembukaan UUD 1945

Sila kelima Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 berbunyi, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila kelima inilah yang menjadi sumber asas keadilan sosial di Indonesia.

Keadilan sosial mempunyai arti keadilan yang berlaku dalam masyarakat di segala bidang kehidupan,sedangkan yang dimaksud seluruh rakyat Indonesia adalah setiap orang Indonesia mendapat perlakuan yang adil di dalam segala bidang kehidupan,baik di bidang ekonomi,hukum,politik,sosial,kesehatan serta pendidikan maupun bidang-bidang yang lain.

Sesuai dengan Pembukaan UUD 1945,maka makna dari keadilan sosial mencakup pengertian Adil dan Makmur.

Asas keadilan sosial mencakup pengertian bahwa kepentingan rakyat harus diutamakan dan didahulukan.setiap orang harus merasakan kebahagiaan hidup secara merata.

Negara Republik Indonesia yang di proklamirkan pada tanggal 17 agustus 1945 bukan lah milik perseorangan atau pun milik segolongan masyarakat ,melainkan milik seluruh rakyat Indonesia. Maka,sudah selayak nya jika kepentingan rakyat harus di dahulukan dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan.

Sudah merupakan kodrat,bahwa manusia terdiri atas unsur jasmani dan rohani. Oleh karena itu,keadilan di dalam pemenuhan kebutuhan kehidupan jasmani harus sejalan dengan ke adilan di lama pemenuhan kebutuhan kehidupan rohani. Dengan kata lain,bahwa keadilan harus meliputi keadilan di bidang materiel dan spiritual.

Pengertian ini mencakup pula pengertian adil dan makmur yang dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia secara merata.

Minggu, 14 Mei 2017

Saudara ku yang terisolasi

Bangunan gedung sekolah dasar negri yang hanya mempunyai satu ruang kelas.ruang kelas berdinding kayu lapuk yang menaungi kegiatan belajar sembilan siswa/i di pelosok sukabumi.

SDN Cirengrang yang berdiri jauh dari jalur utama kecamatan tegal buled.menyisakan ke getiran yang amat mendalam jika kita melihat secara langsung kondisi bangunan yang sungguh memprihatin kan.

Kondisi akses jalan yang terbatas,sumber daya manusia yang rendah serta kelengkapan fasilitas kesehatan yang nyaris tidak ada.membutuh kan sentuhan pembangunan secepat nya.

Masyarakat terisolir Kp Cirengrang membutuh kan pembangunan jalan,pembangunan infrastruktur akses jalan jauh lebih baik bagi mereka dari pada apa yang di gembor kan semua kalangan dan berbagai pihak di sukabumi selama ini.

Terutama bidang pariwisata serta sektor industri yang sedang gencar di gaung kan pemerintah saat ini.semua itu di rasa tidak berdampak apapun pada kelangsungan hidup masyarakat Kp Cirengrang yang senantiasa hidup serba tertinggal.

Akses jalan lah penyebab utama ketertinggalan warga Kp Cirengrang dalam berbagai bidang selama ini.akses jalan yang parah penyebab utama pembangunan terhambat dan mobilitas warga terhambat.
Tiga jalur jalan yang sudah masyarakat buka selama ini,dengan cara swadaya serta bergotong royong dalam hal pengerjaan nya,tidak membuat kehidupan mereka menjadi lebih baik.akses jalan yang sudah masyarakat buka masih jauh dari kata layak.jalan setapak yang melewati beberapa punggungan perbukitan serta membelah bebebrapa lahan persawahan warga,kadang melintasi aliran sungai yang tanpa ada nya kontruksi jembatan.

Belajar tanggung jawab dari bocah pelosok

Menjadi pemimpin serta pelindung anak perempuan adalah tanggung jawab hebat nya.

Pagi itu di dalam hutan (dusun cikawung) tanpa di sengaja kami bertemu rombongan beberapa anak Sekolah Dasar yang hendak berangkat menuju sekolah.

Dadeng (10) bocah laki-laki kelas 4 SDN Cikawung sudah terbiasa menjadi rekan sekaligus pelindung anak-anak perempuan di kampung nya.

Setiap hari Dadeng beserta ke enam teman nya warga Kampung Ciseuti Desa Rambay Kec Tegal Buled harus rela berjalan kaki sejauh empat kilo meter.

Sejak pukul 05.60 pagi Dadeng denga beberapa teman nya sudah meninggal kan rumah guna mencapai sekolah,dengan menyusuri jalan setapak yang bisa di bilang akses nya sangat sulit sekali apalagi pada musim penghujan,ia berjalan melalui beberapa tanjakan dan turunan curam dengan kedua sisi nya yaitu lereng dan jurang dalam.

Rapat nya pepohonan serta gelap nya hutan jati dan beberapa hektar perkebunan palawija warga sudah menjadi menu wajib yang harus di lalui Dadeng setiap hari guna mencapai gedung sekolah nya.

Sepajang jalan Dadeng harus senantiasa waspada akan keselamatan diri sendiri serta teman-teman nya,ia berjalan di depan sebagai pemimpin rombongan dan terkadang di saat melalui akses jalan yang di rasa cukup sulit Dadeng rela menunggu dan membantu serta memastikan satu persatu teman nya hingga aman.

Tanpa di sadari beban tanggung jawab bagi bocah se usia Dadeng dalam menjaga keselamatan teman-teman nya memang di rasa sangat lah berat dan patut mendapat kan apresiasi penuh.

Bagi anak seusia Dadeng di daerah perkotaan mungkin masih dalam usia manja-manja nya kepada orang tua mereka dan mungkin saja masih jauh dari kata mandiri dan rasa tanggung jawab pada diri nya apalagi pada teman serta orang lain.

Selain akses jalan yang bisa saja membuat mereka kecelakaan setiap saat serta gangguan binatang buas selama ini juga menjadi momok menakut kan dan menjadi hambatan terberat mereka dalam proses meraih kan ilmu pendidikan di bangku sekolah.

Tapi beban berat tak ter gurat sedikit pun pada wajah anak dari keluarga seorang petani itu,sosok anak hebat yang menjadi teman sekaligus menjadi pelindung teman-teman nya.
Tapi sehebat-hebat nya Dadeng,ia tetap masih anak kecil yang masih menjadi tanggung jawab dan butuh bimbingan bersama dalam proses meraih kan pendidikan layak nya.

Rasa bangga dan salut kami curah kan pada tulisan kami kali ini.

Semoga di masa depan para pemimpin negri ini terlahir dari sosok anak indonesia seperti Dadeng.

Upaya warga kampung ciseuti dalam memerdekakan diri

Negara ini sejak lama sudah merdeka,tapi rasa kemerdekaan itu seolah belum dirasa dan bisa menyentuh warga masyarakat di salah satu kedusunan Cikawung.Kampung Ciseuti Rt 07/04 desa Rambay Kec Tegal buled Kab Sukabumi.

Demi sebuah aliran listrik,warga Kp Ciseuti yang berpenghuni 31 KK serta mempunyai jumlah atap bangunan 28 itu pun rela mengeluarkan dana swadaya sebesar 30 juta rupiah,untuk pemasangan 2 paket KWH.
Itu pun masih sistem rafling atau titip KWH di kampung terdekat,lalu menarik kabel ke kampung nya.

Anggaran yang berhasil mereka kumpul kan ternyata di tempuh melalui berbagai cara dan upaya.
Dahulu ke 20 jumlah warga yang tergolong kategori mampu melakukan kolektipan dana untuk anggaran pemasangan listrik.

Rasa miris terdengar di saat dulu warga melakukan pengumpulan dana untuk pemasangan listrik tersebut.mereka rela menjual harta benda termasuk menjual tanah,ternak dan hasil pertanian lain nya demi masuk nya aliran listrik dan cahaya lampu di kampung mereka.

Setelah listrik mereka nikmati,kini masyarakat ciseuti yang bermayoritas sebagai petani di hadap kan dengan permasalahan beban tagihan listrik yang selalu membengkak setiap bulan nya,untuk tagihan bulan sekarang saja sudah mencapai angka 1,5 juta rupiah.itu tagihan untuk kedua paket KWH,pembayaran tagihan setiap bulan di bagi rata ke 20 KK.

Tagihan masing-masing KK bisa mencapai biaya sebesar 80rb rupiah setiap bulan nya.padahal untuk pemakaian kita cuma pakai 3 gantungan lampu dan televisi saja,itu pun tidak semua warga memiliki televisi,ujar ketua RT.

Infrastruktur serta fasilitas umum yang tersedia hanya sebuah mesjid,tanpa ada MCK bahkan hanya untuk sekedar tempat mengambil air wudhu pun tidak tersedia di sana.pokonya semua pelayanan selama ini terpusat di Kp cikawung

Kunjungan rutin untuk pelayanan posyandu pun baru mereka rasakan kan sejak 3 bulan terakhir,dulu untuk posyandu ibu-ibu beserta balita nya harus rela datang ke kampung sebelah yaitu Kp cikawung.

Untuk para siswa sekolah dasar mereka terpaksa harus rela berangkat lebih awal sejak pukul 05.30 wib.sekolah terdekat mereka yaitu SDN Cikawung yang berjarak sejauh 4 Km.
Kp ciseuti mempunyai jumlah anak sekolah dasar berjumlah 7 orang siswa/i yang setiap hari berjalan menyusuri hutan.

Kalau musim hujan anak-anak terpaksa melibur kan diri,karena mengingat akses jalan sangat tidak mungkin di lewati apalagi oleh usia anak-anak,kasihan mereka.ujar seorang ibu yang anak nya duduk di bangku kelas 4 tersebut.

Kini seluruh masyarakat di bantu warga kedusunan cikawung aktif melakukan Kerja bakti rutin setiap hari selasa setiap minggu nya,guna membuka akses jalan sepanjang 4 km yang mempunyai lebar 1,5 meter.

Kegiatan gotong royong yang dilakukan oleh seluruh masyarakat kini sudah berjalan hampir tiga bulan dan baru berhasil membuka jalur kurang lebih sejauh 700 meter.

Seluruh masyarakat berkeinginan kuat mempunyai sebuah akses jalan yang bisa di lewati kendaraan roda dua bahkan roda empat untuk menuju kampung mereka.

Semua itu terpaksa mereka lakukan demi upaya membebaskan diri dari rasa keterisoliran nya selama ini.karena jika tetap menunggu peran atau bantuan dari pemerintah untuk membuka kan akses jalan bagi mereka,itu sangat lah kecil sekali kemungkinan nya dan mungkin terlalu lama.

"  Abot kang pami akses jalan kieu mah,komo deui lamun pas aya warga nu sakit tengah peuting ",ujar kang via.

Jika ada salah satu warga yang sakit,itu semua bagai mimpi buruk bagi sebagian warga ciseuti,karena saat itu juga semua warga harus rela berjibaku dengan alat sarung dan pikulan sebagai tandu guna menggotong sang pasien demi sebuah pengobatan kesehatan ke puskesmas terdekat.walaupun terjadi dalam kondisi tengah malam sekalipun.

Menurut Bapak Hasan ketua RT Kp Ciseuti saat ini berbagai program pemerintah yang tengah di gembar gembor kan di rasa belum sampai kesana apalagi merata di rasakan semua warga masyarakat kampung Ciseuti.

Rasa bosan kini di rasa Bpk Hasan,sering sekali beliau melakukan pengajuan permohonan pembangunan infrastruktur untuk kampung nya,tapi sampai saat ini hampir sudah 20 thn,beliau hanya mendapat kan sebuah janji dan jawaban " Insya allah dan Insya allah " saja.dari para pemangku kebijakan setempat.

Berarti kita harus berusaha sendiri dalam mensejahterakan warga termasuk untuk mendapat kan rasa kemerdekaan itu,walau pun harus di tempuh dengan berbagai hal serta cara sendiri dan dengan biaya sendiri pula.
Jika suatu hari ada bantuan dana untuk pembangunan di sini,dari mana pun itu,saya bersama warga siap bergotong royong dalam melakukan pengerjaan nya.pungkas sang ketua RT.

Selasa, 04 April 2017

TEROR PENCULIK GANGGU GERAKAN LITERASI

Isue penculikan terhadap anak untuk di jual organ tubuh dengan harga tinggi.sampai isue bahwa si anak hasil penculikan akan di jual lalu di organisir untuk di jadikan alat pengeruk ke untungan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Isue penculikan anak saat ini sudah sangat marak beredar di kalangan masyarakat perkotaan bahkan sampai daerah kampung di pelosok sekalipun.

Informasi pemberitaan saat ini sangat santer dan menyebar masuk ke dalam kehidupan masyarakat di pelosok lewat kabar burung dari mulut ke mulut tentang info kawanan penculik yang melakukan tindakan penculikan dengan modus operandi,tanpa masyarakat tahu dari mana sumber awal informasi tersebut berasal.

Objek yang saat ini di jadikan sasaran kecurigaan warga masyarakat sebagai pelaku penculikan yaitu tertuju pada,

"orang gila,pengemis bahkan orang asing" yang terlihat di wilayah mereka.

Kecurigaan serta tatapan penuh selidik terlihat jelas pada sebagian masyarakat atas kehadiran orang-orang asing di lingkungan mereka,khusus nya kehadiran orang yang tanpa mereka kenal sebelum nya.

Kini isue tersebut sangat viral di lingkungan masyarakat.
Bahkan dalam dua hari terakhir agenda kunjungan kami di kedua kampung pelosok di kedua kecamatan berbeda di kabupaten sukabumi berujung dengan kecurigaan warga yang sangat akut kepada kami.padahal kehadiran dan kedatangan kami di kampung mereka sudah melalui koordinasi dengan pihak guru sekolah dasar setempat.

Kejadian di saat kami melakukan pemetaan khusus nya terhadap permasalahan kondisi anak-anak usia sekolah dasar di pelosok sukabumi dengan berbagai potret aktivitas serta permasalahan nya.
Termasuk melakukan pendampingan anak-anak di saat para siswa hendak pulang ke rumah yang mesti melewati jalanan setapak di area perkebunan serta lahan persawahan.

Kedua orang anak siswa kelas 1 sama kelas 4 yang kami dampingi sejak dari lingkungan sekolah,karena jarak rumah ke sekolah mereka itu berjarak sekitar 3km.

Kejadian tidak mengenakan kami terima dari orang tua salah satu anak yang kami dampingi.emosi serta nada bentakan keras penuh kecurigaan kami terima.

Pada kejadian saat itu tanpa sedikit pun upaya dari kami untuk membicarakan serta menjelas kan maksud dan tujuan kami kepada orang tua si anak tersebut untuk menjaga terjadi hal yang tak kami inginkan.

karena kami kehawatir akan emosi orang tua yang sudah di ubun-ubun tersebut mengancam keselamatan jiwa kami.

Dengan kejadian tersebut,kami berharap kepada pemerintah atau pihak-pihak yang berwenang supaya secepat nya memberikan tindakan atau sosialisasi kepada seluruh masyarakat atas isue penculikan anak yang sedang merebak.

Upaya sebuah solusi untuk semua lapisan masyarakat agar senantisa tenang dan bisa meredam kekhawatiran masyarakat yang berdampak pada terganggu nya stabilitas kenyamanan serta keamanan semua warga.

Menurut salah satu warga di kampung Gunung Lindur,di kecamatan pabuaran Sagaranten,saat ini tak sedikit anak sekolah yg sewaktu-waktu di larang orang tua nya pergi ke sekolah sebab di kehawatirkan anak nya menjadi korban penculikan di tengah jalan.
Karena mengingat akses serta jarak dari rumah ke sekolah nya yang jauh serta terbatas nya jarak pantau orang tua terhadap sang anak.

Kami berharap secepat nya ada upaya jaminan keamanan dan kenyamanan untuk masyarakat dari pihak berwenang.kini sebagian besar masyarakat sangat berharap secepat nya mendapat kan respon untuk penanganan serta perhatian khusus dari berbagai pihak untuk menepis isue yang kini santer merebak di berbagai daerah.
Demi tercipta nya kondusifitas di tengah-tengah masyarakat.

Terutama bagi kami para relawan.suasana serta kondisi yang kondusif sangat di harap kan sekali.dimana suasana yang aman dan nyaman seperti dahulu sebelum ada nya isue kasus penculikan menjadi teror yang meresah kan seperti saat ini.

Karena kegiatan kami para relawan lebih banyak aktif keluar masuk dari kampung satu ke kampung lain nya di daerah pelosok.
Karena selama ini kami (Sabumi Volunteer) lebih banyak berinteraksi melakukan kegiatan bersama anak-anak.terkadang kegiatan kami lebih banyak bersentuhan langsung dengan dunia dan kehidupan anak-anak.

Sabtu, 25 Maret 2017

TERKUCIL DI TANAH KELAHIRAN

Kehidupan masyarakat Sukabumi terisolir. Akses jalan sulit dan terbatas. Fasilitas penunjang kesejahteraan seperti pendidikan, kesehatan, perekonomian dan Infrastruktur memprihatin kan.

Kondisi kehidupan masyarakat di Kabupaten Sukabumi serba tertinggal, mungkin sejak jaman Indonesia merdeka sejak 71 tahun silam, sampai saat ini. Pada jaman yang sudah serba canggih dan modern, ternyata sebagian warga Sukabumi masih hidup memprihatin-kan, Jauh dari kata layak.

Dalam kunjungan ke beberapa daerah di wilayah Kabupaten Sukabumi, Kami masih menemukan sejumlah kampung terisolir. Akses jalan nya tidak layak. Sehingga tingkat kesulitan untuk menjangkau daerah tersebut cukup tinggi dan sangat berbahaya.

Bahkan jalan yang sudah tersedia saat ini, nyaris sama sekali tidak menyerupai sebuah jalan pada umum nya. Sumber Daya Manusia yang rendah pun melengkapi catatan ketertinggalan serta penderitaan mereka.

Berbagai fasilitas penunjang masih minim, Seperti fasilitas pendidikan dan kesehatan. Fasitas - fasilitas penunjang yang ada terkadang hanya berupa bangunan yang sudah tua dengan tingkat kerusakan yang sangat bervariasi dan sudah secepat nya membutuhkan peremajaan.

Kondisi seperti itu sangat kontras dengan kondisi geliat pertumbuhan pembangunan yang tengah di gala kan pemerintah dan berbagai perusahaan swasta. Mereka mulai massif merambah  kegiatan usaha-nya di tengah kondisi kehidupan masyarakat yang semacam ini.

Saat ini. Pembangunan infrastruktur jalan yang menghubung-kan antar kampung jauh lebih baik dan sangat di butuh kan bagi sebagian masyarakat pelosok, di bandingkan dengan pembangunan yang tengah di gala kan pemerintah yang sangat berfokus pada peningkatan sektor industri dan pariwisata.

Proses pengembangan dan pembangunan kedua sektor tersebut masih menjadi pusat perhatian dan hal ini terlihat jelas sekali, seolah proses nya tengah di percepat.

Kehidupan masyarakat daerah terisolir tidak menjadi lebih baik dan terbantu, terutama dalam hal tingkat kesejahteraan. Masyarakat sama sekali tidak merasakan dampak positif proses pembangunan yang tengah di gencar di lakukan. 

Perkembangan pembangunan di sektor industri sangat pesat perkembangan-nya, misalnya di Kabupaten Sukabumi. Ini menjadi bukti nyata tidak berdampak-nya pembangunan terhadap tatanan kesejahteraan masyarakat.

Bukti sebagian masyarakat di berbagai kampung harus hidup tanpa penerangan  akibat ketiadaan aliran listrik PLN. Padahal, kampung yang membutuh kan aliran listrik tersebut jarak nya masih terhitung dekat sekali dari bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berdiri kokoh di pesisir laut selatan, tepat nya di pantai Pelabuhan Ratu.

Pembangunan akses jalan adalah salah satu point terpenting dalam upaya melepas jerat isolasi serta ketertinggalan masyarakat di kampung-kampung pedalaman yang masih terisolir. Parah nya akses jalan selama ini menjadi penyebab pembangunan yang terhambat serta sulit nya warga melakukan mobilitas.

Bayang-kan saja, Masyarakat Kampung Cirengrang Desa Rambay Kecamatan Tegal Buled harus merogoh kocek ekstra besar, karena ongkos angkut bahan material dari jalan raya ke kampung sangat tinggi. Sebagai contoh. Ongkos angkut sebuah genting Rp 1.200. Ongkos kuli angkut barang mencapai Rp1.000 per kilogram. Harga yang sama berlaku untuk semua jenis barang. Kalau satu rumah saja memakai genting seribu buah, hitung saja berapa ongkos kuli angkut yang mesti di keluarkan. Belum lagi ongkos kuli angkut untuk bahan material lain-nya.

Selain akses jalan,layanan pendidikan dan kesehatan juga mestinya menjadi titik prioritas. ketertinggalan dalam bidang tersebut membuat sebagian masyarakat tidak bisa memaksimal-kan pemanfaatan kekayaan alam. Mereka jadi kesulitan menjual hasil panen keuar wilayah. Kalau pun  memaksa nya menjual keluar, kerugian pasti mengintai setiap transaksi panen, karena ongkos kuli untuk mengangkut hasil panen sampai jalan raya bisa setengah kali lipat harga jual.

Kami percaya tiap manusia mempunyai cita-cita yang tinggi dan naluri untuk hidup lebih baik. Oleh karena itu. kami berharap pemerintah dapat menjadikan pembangunan penunjang di bidang pendidikan sebagai hal prioritas, sebab pendidikan berkualitas mampu melahirkan generasi kritis, cerdas dan mandiri.

Anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa ini  memiliki potensi menjadi intelektual unggul di masa yang akan datang. Tidak sedikit di antara anak-anak pelosok ini yang ber prestasi dan yakin suatu hari kelak, mereka akan berhasil menjadi orang sukses yang bisa kembali untuk membangun kampung halaman-nya.

Saat ini kami tengah melakukan pemetaan kecil agar pendidikan terlaksana dengan baik sekalipun itu daerah terisolir.Tujuan nya bukan lah untuk membuka aib. Kami semata-mata ingin mengindentifikasi berbagai permasalahan kompleks dalam berbagai bidang. terutama minim nya akses jalan, kondisi pendidikan ( yang jauh dari kata layak ), serta fasilitas pendukung kesehatan di berbagai kampung ( yang boleh di bilang masih "nol" ).

Kami sering melakukan perjalanan ke tempat terisolir guna melakukan sosialisasi serta menumbuh-kan minat baca masyarakat, terutama pada anak-anak. Sekaligus melakukan pemetaan berbagai permasalahan sosial - ekonomi.

Tujuan utama kami adalah membantu yang bukan sebatas nilai nominal uang  atau materi saja, tapi juga memberikan informasi kepada khalayak tentang potret permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. Berangkat dari pemetaan ini kami sungguh berharap berbagai pihak dapat menemukan solusi dan kemudian segera bertindak guna menangani permasalahan tersebut.

Dengan mengangkat berbagai isu serta mwnggali informasi kompleks-nya permasalahan yang terjadi, bukan berarti kami sedang berupaya mencari kambing hitam atau menyalah-kan pihak tertentu. Kami hanya berinisiatif melakukan mengidentifikasi masalah sebagai bekal di temukan nya solusi yang di tindak lanjuti secara berkesinambungan demi terwujud sila ke-lima butir Pancasila, yaitu. " Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ".

Ke depan nya, semoga tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah karena ketiadaan biaya transportasi ke sekolah akibat mahal-nya ongkos ojeg. Banyak-nya anak-anak yang putus sekolah juga terjadi karena orang tua khawatir melepas anak-nya bersekolah melalui jalan-jalan rusak dalam jarak jauh.

Larangan orang tua bukan-nya tidak berasalan. Mereka khawatir anak-nya menjadi korban tindak kriminal dalam perjalanan, seperti pembegalan, pemerkosaan, bahkan pembunuhan. Anak-anak memang rentan mengalami kejadian ini. Penyebabnya adalah jauh-nya jarak antara tempat tingal dan sekolah, yang diperparah rusak-nya akses jalan.

Warga pelosok juga sangat berharap tidak ada lagi sekolah yang sering libur mendadak hanya karena satu-satu nya tenaga pengajar atau guru di sekolah tersebut berhalangan datang mengajar karena sakit atau pun tidak bisa melintas karena aliran sungai yang harus di sebrangi meluap air-nya ketika hujan.

Kami juga berharap tidak ada lagi sekolah yang hanya diajar oleh seorang guru untuk semua kelas, seperti hal nya Bapak Dadang Sudrajat, seorang guru TKS ( Tenaga Kerja Sukarela ) yang harus mengajar seorang diri di SDN Cirengrang Kab Sukabumi.


     @Sabumiku.com

Minggu, 12 Maret 2017

TIGA POIN BERSAMA PEGIAT LITERASI SUKABUMI

Silaturahmi dan Diskusi relawan beserta para pengelola taman baca serta pelatihan menulis untuk para pagiat literasi kota sukabumi.

Para relawan literasi beserta perwakilan beberapa pengelola taman baca di sukabumi berkesempatan kumpul bersama serta bisa bersilaturahmi dalam satu agenda kegiatan.dalam kesempatan kali ini hadir pula seorang pegiat literasi dari kota bogor Kang Usep dari TBM Al-munawar desa Sukaharaja Kab Bogor.


Selain pegiat literasi yang telah berhasil mendirikan beberapa Taman Baca serta terus berupaya mengembangkan di wilayah nya sejak 2013 silam.beliau sampai saat ini juga tetap konsen dan konsisten dalam berkampanye serta terus berupaya dalam pengembangan Taman Baca di wilayah nya.itu semua beliau lakukan demi sebuah tujuan mulia melawan angka putus sekolah di wilayah tempat tinggal nya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari,yang di laksanakan hari sabtu dan minggu tgl 12-13 maret 2017.memilih lokasi pusat kegiatan di salah satu area Bumi perkemahan Cangkuang di area kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Ajang silaturami serta diskusi para pegiat Literasi yang pertama kali di adakan ini. kegiatan yang di prakarsai langsung oleh rekan-rekan Relawan Literasi Sukabumi (Sabumi Volunteer) Ini di hadiri oleh beberapa perwakilan pegiat Literasi serta menghadirkan langsung beberapa nara sumber dari berbagai ahli di bidang nya masing-masing.

Seperti Sodara Sylvie Tagana seorang jurnalis yayasan Doctor Share yang memberikan pembekalan langsung tentang ilmu pelatihan menulis dan cara-cara pemakaian serta pengelolaan media sosial dengan bijak dan benar.


Beliau sengaja hadir langsung dengan tujuan berbagi ilmu tentang bagai mana mengolah suatu data yang kita dapat kan dalam berbagai kegiatan sehari-hari ke dalam tulisan lalu di kemas menjadi sebuah berita valid sesuai fakta dan data serta di sajikan dalam bentuk apapun di dalan semua akun medsos pribadi masing-masing.

Materi yang mempunyai tujuan untuk kita lebih bijak dalam bermedia sosial serta upaya menampik semua berita hoax yang senantiasa mengalir deras dari segala sisi.

Selain sodara Sylvie hadir juga Bpk C.Jauhari S.H dengan pembekalan materi Hukum Perjanjian.materi advokasi yang di sampai kan beliau sangat melengkapi serta menjadi daya bobot ilmu yang kami dapat kan di dalam acara kegiatan ini.

Hukum perbankan juga di kupas oleh ibu Nevi,salah satu senior dalam dunia perbankan di jakarta.beliau dengan sangat antusias berbagi ilmu tentang seluk beluk dunia perbankan.

Ibu Nevi dengan gaya santai nya lebih menekan kan tentang sudah seharus nya kita semua lebih waspada dengan isue money laundy atau tindak pencucian uang yang lagi marak dengan berbagai kasus yang banyak mencuat saat ini.karena semua itu sangay bertentangan dengan hukum yang berlaku di negara ini dan sudah jelas masuk ke jalur tindak pidana.

Konsep acara kegiatan yang pertama ini adalah camping ceria,santai bersama sambil menikmati nuansa alam bebas.dengan mengambil tema acara kegiatan pertama kali nya ini, yaitu.

" Pelatihan menulis pegiat literasi sukabumi "

Selain untuk silaturahmi sesama pegiat literasi,ajang ini juga kami rasa sangat lah penting di laksanakan untuk arena dan kesempatan belajar bersama.

Kegiatan sangat ini sangat menarik dan berhasil mendapat kan respon positif dari para peserta serta tamu undangan yang hadir.banyak masukan dari para peserta,mereka berharap sekali kedepan nya lebih sering di lakukan agenda kegiatan seperti ini atau menjadi agenda silaturahmi rutin.


Beberapa hal yang kami dapat kan dari kegiatan ini yaitu tiga langkah yang mesti tetap di pegang teguh untuk bisa tetap menjalankan berbagai program masing-masing Taman baca.

" Konsisten,koordinasi dan sinergi "

Itulah ketiga poin penting yang kami dapat kan dari acara silaturahmi serta diskusi kali ini.ketiga poin tersebut di rasa menjadi ssbuah elemen penting yang mesti harus terus di terap kan oleh para pegiat literasi terutama para pengelola Taman Baca khusus nya.

Karena menurut kami,para pengelola adalah juru kemudi mutlak keberhasilan serta kebermanfaatan sebuah Taman Baca itu sendiri.