menulis ala ipong

pinter karena membaca.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 13 Juni 2017

SINGKONG MENJADI OBAT KANKER

" Setelah sebulan mengkonsumsi singkong pria tersebut sudah tidak lagi merasakan kanker "

Hal ini nyata pernah di alami seorang dokter yang sembuh dari kanker dengan singkong,seorang dokter yang terkena kanker,ingin mengetahui jenis makanan rutin yang mengandung vitamin B17.ternyata vitamin B17 ada dalam singkong. Jadi dokter tersebut makan singkong 100 gram tiga kali sehari. Setelah di konsumsi selama 1 bulan dia melakukan pemeriksaan kandung kemih dan beliau terkejut karena karena kandung kemih nya benar-benar sudah bersih dan normal.

Secara sederhana cara kerja singkong sebagai berikut.
Nama ilmiah vitamin B17 adalah Amygdaline, Sel kanker adalah sel yang belum matang dan memiliki enzim yang berbeda dengan enzim normal. Ketika vitamin B17 di gabungkan dengan enzim sel normal B17 akan terurai menjadi 3 jenis gula. Tetapi ketika tergabung dengan enzim sel kanker,B17 terurai menjadi : 1 gula, 1 benzaldehida, dan 1 asam hidrosianik. Asam hidrosianik inilah yang membunuh sel kanker secara lokal.

Seorang pria 70 tahun,terdiagnosis mengidap kanker prostat,istri nya yang seorang pensiunan di rumah sakit kebetulan membaca artikel "Obat ajaib untuk kanker" .

Mereka tidak punya biaya untuk pengobatan kanker dan suntikan yang di berikan membuat suami nya menjadi sangat lemah,maka nya isteri nya memberikan singkong pada suami nya.
Setelah mengkonsumsi singkong selama seminggu,kondisi nya mulai membaik,setelah sebulan makan singkong dia menjalani pemeriksaan,sejak terdiagnosis kanker  hasil test  PSA nya 280-290,tetapi setelah sebulan PSA nya menjadi 5,89.dan pria tersebut sudah tidak lagi merasakan kanker.

Ada seorang pria lain yang mengidap kanker hati dan mulai menjalani operasi,tetapi dari hasil MRI scan berikut nya,ternyata masih ada sel kanker yang belum terangkat. Dia mulai makan singkong setelah operasi,sebulan setelah makan singkong,dokter mengatakan tidak perlu di lakukan operasi lagi karena MRI scan,sel kanker itu tidak membesar.

( "Diambil dari artikel Dr Cynthia Jaysuriya yang berjudul Obat ajaib untuk kanker" ).

Jadi kenapa tidak mencoba singkong?
Singkong murah mudah di dapat,mudah memasak nya dan sangat lezat. ( "Bersyukur lah kita yang tinggal di Indonesia,mudah mendapat kan singkong,yang penting kita percaya atau tidak,disitulah obat nya" )

Cara nya sangat mudah.

I.  Pilih singkong yang segar,yang tidak ada noda biru.
II.  Rebus dan jangan tutup panci selama memasak, Ini akan membantu menguapkan kelebihan asam midrosianik.
III.  Jangan mengkonsumsi makanan yang mengandung jahe/ginger,seperti biskuit jahe dll. Sedikit nya 8 jam setelah menkomsumsi singkong,boleh di tambah sedikit garam (sebaik nya tidak pakai) asal pemakaian garam nya belakangan,jangan di awal perebusan.

Saat membeli singkong pilih lah yang berukuran sedang,tidak terlalu besar ukuran nya dan baru di cabut,lihat ujung pangkal nya,jika sudah kebiruan atau keras berarti singkong sudah beberapa hari di cabut.

Cara yang praktis potong singkong,jika terlihat putih merata dan segar berarti singkong baru dan bagus umbi nya. Jika terdapat lingkaran hitam dan keras tekstur singkong sudah tua dan akan kenyal sekali saat di masak.

Pilih singkong dengan kulit luar yang mengelupas,sehingga kulit nya merah muda.ini menandakan singkong bagus kualitas nya,singkong yang bagus akan mengembang empuk di bagian tengah dan bagian luar nya.

Selamat Mencoba.

Di ambil dari tulisan Irma Indriani pada majalalah edelweiss edisi IV Oktober-Desember 2015 dan tulis kembali oleh Sabumi Volunteer.

Sabtu, 10 Juni 2017

Tumbuh Subur nya Gerakan literasi sukabumi

Gerakan menumbuh kembangkan kembali minat baca Masyarat terutama pada anak-anak kini mulai santer di lakukan berbagai pihak di Kota Sukabumi.

Selain pemerintah yang memang konsen di bidang tersebut. Akhir-akhir ini mulai jelas terlihat geliat para komunitas yang turut serta dalam mengkampanyekan kembali gerakan Membaca Buku di wilayah masing-masing seputar Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Dengan bukti banyak-nya bermunculan Komunitas atau pun Individu yang terjun langsung dalam kegiatan Taman Baca atau Perpustakaan Umum, mereka bergerak dengan bermacam bentuk agenda serta program yang mereka sajikan, untuk mengangkat lagi budaya membaca buku pada masyarakat luas.

Di mulai dari berdiri nya berbagai bentuk Taman Baca di tengah-tengah masyarakat, buah karya kemandirian serta keuletan para relawan yang konsen dalam bidang tersebut.
Pergerakan para relawan kini tak hanya berpusat di dalam kota saja, mereka tak segan juga rela keluar masuk kampung di berbagai pelosok.

Tekad dan tujuan para Relawan yaitu. Satu, mensosialisasi kembali pada masyarakat tentang penting-nya membaca buku, yang bertujuan sesuai visi dan misi mereka yaitu, tercipta masyarakat yang berwawasan luas dan bisa berpikir luas pula.
Terlebih untuk usia anak-anak yang masih proses menempuh dunia pendidikan, demi menunjang ilmu pengetahuan dan pendidikan yang tengah di jalani nya.

Bukan hanya mensosialisasi kan program membaca saja, mereka beekunjung dan melakukan investigasi langsung untuk pendirian Taman Baca, sekaligus membawa dan menyediakan semua buku-buku serta alat penunjang lain-nya.

Gerakan para relawan berkampanye dengan melakukan berbagai cara dan upaya, termasuk berkegiatan dengan menggunakan media sepeda motor yang telah di modifikasi sedemikian rupa, lengkap dengan rak guna mendisplay buku bacaan yang mereka bawa, berkegiatan keliling dan selalu berpindah lokasi.

Di berbagai pusat keramaian kini kita  bisa melihat kegiatan lapak baca yang di motori beberapa anak muda, menjadikan Taman Kota yang sudah berdiri dan tersebar di beberapa titik sebagai pusat kegiatan. Dan, sampai saat ini sudah berdiri lesehan lapak baca di alun-alun kota Cicurug dan Cibadak, serta di alun-alun kota Cisaat pun kini mulai terlihat lapak baca.

Kegiatan menggaung kan kembali minat baca masayarakat tak luput dari perhatian seorang anggota Polisi berpangkat Brigadir yang tengah bertugas menjadi Bhabin Kamtibmas sebuah Polsek di Kabupaten Sukabumi.

Berawal dari rasa  keperihatinan beliau akan kondisi anak-anak daerah terisolir yang kurang bisa mengakses buku bacaan secara maksimal. Kini, di sela waktu senggang kala patroli, beliau berinisiatip membawa serta buku bacaan dan melakukan interaksi langsung dengan anak-anak, yang selama ini susah sekali mengakses buku bacaan bagus dan berkualitas.

Mereka semua itu bergerak secara mandiri dan sukarela, suatu gerakan yang terlihat sangat solid, bahu membahu dalam mencari dan menggalang bantuan buku bacaan, selalu berjejaring antar satu sama yang lain. Mereka terlibat saling membantu dan mendukung demi sebuah cita-cita sederhana bersama yaitu, terbentuk nya Generasi Sukabumi Berprestasi.

Mereka tetap berjalan beriringan dengan siapa dan dimana pu juga, termasuk dengan Instansi terkait, walau sedikit pun dari gerakan mereka itu tak tersentuh oleh program pemerintah itu sendiri. apalagi saat ini Kota Sukabumi menurut informasi sudah di nobat kan sebagai Kota Literasi, tahun 2016 kemarin.

Kedepan nya kami berharap ada perhatian khusus dari pemerintah atau instansi terkait untuk membantu mereka dan siapa pun itu, yang bergerak dan berjuang di bidang Literasi. Termasuk membantu dalam hal paling utama. Yaitu, dalam hal pengadaan buku bacaan.

Karena sudah saat nya buku bacaan kini bisa tersebar rata ke semua wilayah terisolir sekalipun. Tidak hanya terpusat di dalam Kota saja.

Minggu, 04 Juni 2017

NGABUBU READ ala Scooteris dan para pegiat literasi sukabumi

Ngabuburit adalah tradisi mengisi waktu pada setiap bulan ramadhan,moment atau kegiatan menjelang sore yang sering di lakukan dalam menunggu tiba nya waktu untuk berbuka puasa.

Minggu 4/6/17,gabungan para pegiat literasi sukabumi yang tergabung dalam Forum Literasi Mitra Bhabinkamtibmas melakukan kegiatan membuka Lapak Baca Buku Gratis.

Yang berlokasi di jalan raya Desa Bencoy Kec Cirenghas Kab Sukabumi.

Kegiatan yang di pelopori langsung oleh Bhabin Kamtibmas Polsek Cirenghas Bpk Dikri Nur Hakim.

Kegiatan yang mengambil tema,
"Baca Buku GRATIS sambil menunggu berbuka puasa"
bareng MOCA (mobil dan motor baca) bhabin kamtibmas.

Ratusan buku bacaan tertata pada display dengan formasi bebas,yang bertujuan agar masyarakat lebih mudah melihat dan bebas memilih dengan leluasa,mereka bisa mengambil buku yang di suka untuk di baca langsung di tempat pada tenda yang telah di sediakan.

Karena display buku sampai saat ini masih sangat berperan penting dalam menarik dan merangsang minat baca khusus nya anak-anak.

Dalam kegiatan lapak baca kali ini,cuaca sedang tidak berpihak,menjelang sore hari hujan pun turun dengan deras,kondisi seperti itu memaksa buku harus di packing lebih awal dari jadwal yang sudah di perkirakan.karena di kuatir kan buku-buku akan rusak karena basah kehujanan.

Namun dalam kondisi cuaca seperti itu juga masih terlihat antusiasme anak-anak dalam membaca buku,kemauan membaca mereka terlihat masih sangat tinggi,terbukti mereka tetap semangat dan tetap bertahan membaca buku walau pun di sekitar lokasi sedang turun hujan.

Kegiatan yang bertujuan menumbuh kembangkan kembali minat baca pada masyarakat dengan memanfaat kan moment ngabuburit di bulan puasa ini,sekaligus pula menjadi ajang silaturahmi para penunggang Vespa yang selama ini konsen dalam pergerakan Literasi di sukabumi.

Serta turut hadir pula Ketua Umum IVI (Ikatan Vespa Indonesia) Bpk Juansyah serta ketua Ikatan Vespa Sukabumi Divisi Wetan Bpk Bheno.dan hadir pula beberapa rekan Volunteer Literasi Sukabumi.

Ajang ngabuburead sambil berkampanye meningkatkan kembali minat baca pada masyarakat ini sengaja melibat kan berbagai pihak yang kebetulan mempunyai misi kepedulian yang sama dari mulai kepolisian,komunitas serta para relawan dan sengaja mengambil lokasi di tengah-tengah masyarakat itu sendiri.

Karena kami ingin agar masyarakat luas senantiasa tahu kalau tugas menumbuh kembang kan budaya membaca itu bukan hanya tugas instansi terkait saja,tapi memang menjadi tugas semua pihak,ujar salah satu relawan Sabumi.

Selain membuka lapak baca mereka juga turut serta berpartisipasi menyediakan beberapa penganan takjil yang di bagikan langsung kepada para pengendara yang melintas serta kepada masyarakat sekitar yang tengah melaksanakan ibadah puasa.

Penulis :

Sabumi Volunteer (Relawan Satu Buku Untuk Masyarakat Sukabumi).

Minggu, 21 Mei 2017

Hakikat Sila Kelima Menurut Pembukaan UUD 1945

Sila kelima Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 berbunyi, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila kelima inilah yang menjadi sumber asas keadilan sosial di Indonesia.

Keadilan sosial mempunyai arti keadilan yang berlaku dalam masyarakat di segala bidang kehidupan,sedangkan yang dimaksud seluruh rakyat Indonesia adalah setiap orang Indonesia mendapat perlakuan yang adil di dalam segala bidang kehidupan,baik di bidang ekonomi,hukum,politik,sosial,kesehatan serta pendidikan maupun bidang-bidang yang lain.

Sesuai dengan Pembukaan UUD 1945,maka makna dari keadilan sosial mencakup pengertian Adil dan Makmur.

Asas keadilan sosial mencakup pengertian bahwa kepentingan rakyat harus diutamakan dan didahulukan.setiap orang harus merasakan kebahagiaan hidup secara merata.

Negara Republik Indonesia yang di proklamirkan pada tanggal 17 agustus 1945 bukan lah milik perseorangan atau pun milik segolongan masyarakat ,melainkan milik seluruh rakyat Indonesia. Maka,sudah selayak nya jika kepentingan rakyat harus di dahulukan dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan.

Sudah merupakan kodrat,bahwa manusia terdiri atas unsur jasmani dan rohani. Oleh karena itu,keadilan di dalam pemenuhan kebutuhan kehidupan jasmani harus sejalan dengan ke adilan di lama pemenuhan kebutuhan kehidupan rohani. Dengan kata lain,bahwa keadilan harus meliputi keadilan di bidang materiel dan spiritual.

Pengertian ini mencakup pula pengertian adil dan makmur yang dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia secara merata.

Minggu, 14 Mei 2017

Saudara ku yang terisolasi

Bangunan gedung sekolah dasar negri yang hanya mempunyai satu ruang kelas.ruang kelas berdinding kayu lapuk yang menaungi kegiatan belajar sembilan siswa/i di pelosok sukabumi.

SDN Cirengrang yang berdiri jauh dari jalur utama kecamatan tegal buled.menyisakan ke getiran yang amat mendalam jika kita melihat secara langsung kondisi bangunan yang sungguh memprihatin kan.

Kondisi akses jalan yang terbatas,sumber daya manusia yang rendah serta kelengkapan fasilitas kesehatan yang nyaris tidak ada.membutuh kan sentuhan pembangunan secepat nya.

Masyarakat terisolir Kp Cirengrang membutuh kan pembangunan jalan,pembangunan infrastruktur akses jalan jauh lebih baik bagi mereka dari pada apa yang di gembor kan semua kalangan dan berbagai pihak di sukabumi selama ini.

Terutama bidang pariwisata serta sektor industri yang sedang gencar di gaung kan pemerintah saat ini.semua itu di rasa tidak berdampak apapun pada kelangsungan hidup masyarakat Kp Cirengrang yang senantiasa hidup serba tertinggal.

Akses jalan lah penyebab utama ketertinggalan warga Kp Cirengrang dalam berbagai bidang selama ini.akses jalan yang parah penyebab utama pembangunan terhambat dan mobilitas warga terhambat.
Tiga jalur jalan yang sudah masyarakat buka selama ini,dengan cara swadaya serta bergotong royong dalam hal pengerjaan nya,tidak membuat kehidupan mereka menjadi lebih baik.akses jalan yang sudah masyarakat buka masih jauh dari kata layak.jalan setapak yang melewati beberapa punggungan perbukitan serta membelah bebebrapa lahan persawahan warga,kadang melintasi aliran sungai yang tanpa ada nya kontruksi jembatan.

Belajar tanggung jawab dari bocah pelosok

Menjadi pemimpin serta pelindung anak perempuan adalah tanggung jawab hebat nya.

Pagi itu di dalam hutan (dusun cikawung) tanpa di sengaja kami bertemu rombongan beberapa anak Sekolah Dasar yang hendak berangkat menuju sekolah.

Dadeng (10) bocah laki-laki kelas 4 SDN Cikawung sudah terbiasa menjadi rekan sekaligus pelindung anak-anak perempuan di kampung nya.

Setiap hari Dadeng beserta ke enam teman nya warga Kampung Ciseuti Desa Rambay Kec Tegal Buled harus rela berjalan kaki sejauh empat kilo meter.

Sejak pukul 05.60 pagi Dadeng denga beberapa teman nya sudah meninggal kan rumah guna mencapai sekolah,dengan menyusuri jalan setapak yang bisa di bilang akses nya sangat sulit sekali apalagi pada musim penghujan,ia berjalan melalui beberapa tanjakan dan turunan curam dengan kedua sisi nya yaitu lereng dan jurang dalam.

Rapat nya pepohonan serta gelap nya hutan jati dan beberapa hektar perkebunan palawija warga sudah menjadi menu wajib yang harus di lalui Dadeng setiap hari guna mencapai gedung sekolah nya.

Sepajang jalan Dadeng harus senantiasa waspada akan keselamatan diri sendiri serta teman-teman nya,ia berjalan di depan sebagai pemimpin rombongan dan terkadang di saat melalui akses jalan yang di rasa cukup sulit Dadeng rela menunggu dan membantu serta memastikan satu persatu teman nya hingga aman.

Tanpa di sadari beban tanggung jawab bagi bocah se usia Dadeng dalam menjaga keselamatan teman-teman nya memang di rasa sangat lah berat dan patut mendapat kan apresiasi penuh.

Bagi anak seusia Dadeng di daerah perkotaan mungkin masih dalam usia manja-manja nya kepada orang tua mereka dan mungkin saja masih jauh dari kata mandiri dan rasa tanggung jawab pada diri nya apalagi pada teman serta orang lain.

Selain akses jalan yang bisa saja membuat mereka kecelakaan setiap saat serta gangguan binatang buas selama ini juga menjadi momok menakut kan dan menjadi hambatan terberat mereka dalam proses meraih kan ilmu pendidikan di bangku sekolah.

Tapi beban berat tak ter gurat sedikit pun pada wajah anak dari keluarga seorang petani itu,sosok anak hebat yang menjadi teman sekaligus menjadi pelindung teman-teman nya.
Tapi sehebat-hebat nya Dadeng,ia tetap masih anak kecil yang masih menjadi tanggung jawab dan butuh bimbingan bersama dalam proses meraih kan pendidikan layak nya.

Rasa bangga dan salut kami curah kan pada tulisan kami kali ini.

Semoga di masa depan para pemimpin negri ini terlahir dari sosok anak indonesia seperti Dadeng.

Upaya warga kampung ciseuti dalam memerdekakan diri

Negara ini sejak lama sudah merdeka,tapi rasa kemerdekaan itu seolah belum dirasa dan bisa menyentuh warga masyarakat di salah satu kedusunan Cikawung.Kampung Ciseuti Rt 07/04 desa Rambay Kec Tegal buled Kab Sukabumi.

Demi sebuah aliran listrik,warga Kp Ciseuti yang berpenghuni 31 KK serta mempunyai jumlah atap bangunan 28 itu pun rela mengeluarkan dana swadaya sebesar 30 juta rupiah,untuk pemasangan 2 paket KWH.
Itu pun masih sistem rafling atau titip KWH di kampung terdekat,lalu menarik kabel ke kampung nya.

Anggaran yang berhasil mereka kumpul kan ternyata di tempuh melalui berbagai cara dan upaya.
Dahulu ke 20 jumlah warga yang tergolong kategori mampu melakukan kolektipan dana untuk anggaran pemasangan listrik.

Rasa miris terdengar di saat dulu warga melakukan pengumpulan dana untuk pemasangan listrik tersebut.mereka rela menjual harta benda termasuk menjual tanah,ternak dan hasil pertanian lain nya demi masuk nya aliran listrik dan cahaya lampu di kampung mereka.

Setelah listrik mereka nikmati,kini masyarakat ciseuti yang bermayoritas sebagai petani di hadap kan dengan permasalahan beban tagihan listrik yang selalu membengkak setiap bulan nya,untuk tagihan bulan sekarang saja sudah mencapai angka 1,5 juta rupiah.itu tagihan untuk kedua paket KWH,pembayaran tagihan setiap bulan di bagi rata ke 20 KK.

Tagihan masing-masing KK bisa mencapai biaya sebesar 80rb rupiah setiap bulan nya.padahal untuk pemakaian kita cuma pakai 3 gantungan lampu dan televisi saja,itu pun tidak semua warga memiliki televisi,ujar ketua RT.

Infrastruktur serta fasilitas umum yang tersedia hanya sebuah mesjid,tanpa ada MCK bahkan hanya untuk sekedar tempat mengambil air wudhu pun tidak tersedia di sana.pokonya semua pelayanan selama ini terpusat di Kp cikawung

Kunjungan rutin untuk pelayanan posyandu pun baru mereka rasakan kan sejak 3 bulan terakhir,dulu untuk posyandu ibu-ibu beserta balita nya harus rela datang ke kampung sebelah yaitu Kp cikawung.

Untuk para siswa sekolah dasar mereka terpaksa harus rela berangkat lebih awal sejak pukul 05.30 wib.sekolah terdekat mereka yaitu SDN Cikawung yang berjarak sejauh 4 Km.
Kp ciseuti mempunyai jumlah anak sekolah dasar berjumlah 7 orang siswa/i yang setiap hari berjalan menyusuri hutan.

Kalau musim hujan anak-anak terpaksa melibur kan diri,karena mengingat akses jalan sangat tidak mungkin di lewati apalagi oleh usia anak-anak,kasihan mereka.ujar seorang ibu yang anak nya duduk di bangku kelas 4 tersebut.

Kini seluruh masyarakat di bantu warga kedusunan cikawung aktif melakukan Kerja bakti rutin setiap hari selasa setiap minggu nya,guna membuka akses jalan sepanjang 4 km yang mempunyai lebar 1,5 meter.

Kegiatan gotong royong yang dilakukan oleh seluruh masyarakat kini sudah berjalan hampir tiga bulan dan baru berhasil membuka jalur kurang lebih sejauh 700 meter.

Seluruh masyarakat berkeinginan kuat mempunyai sebuah akses jalan yang bisa di lewati kendaraan roda dua bahkan roda empat untuk menuju kampung mereka.

Semua itu terpaksa mereka lakukan demi upaya membebaskan diri dari rasa keterisoliran nya selama ini.karena jika tetap menunggu peran atau bantuan dari pemerintah untuk membuka kan akses jalan bagi mereka,itu sangat lah kecil sekali kemungkinan nya dan mungkin terlalu lama.

"  Abot kang pami akses jalan kieu mah,komo deui lamun pas aya warga nu sakit tengah peuting ",ujar kang via.

Jika ada salah satu warga yang sakit,itu semua bagai mimpi buruk bagi sebagian warga ciseuti,karena saat itu juga semua warga harus rela berjibaku dengan alat sarung dan pikulan sebagai tandu guna menggotong sang pasien demi sebuah pengobatan kesehatan ke puskesmas terdekat.walaupun terjadi dalam kondisi tengah malam sekalipun.

Menurut Bapak Hasan ketua RT Kp Ciseuti saat ini berbagai program pemerintah yang tengah di gembar gembor kan di rasa belum sampai kesana apalagi merata di rasakan semua warga masyarakat kampung Ciseuti.

Rasa bosan kini di rasa Bpk Hasan,sering sekali beliau melakukan pengajuan permohonan pembangunan infrastruktur untuk kampung nya,tapi sampai saat ini hampir sudah 20 thn,beliau hanya mendapat kan sebuah janji dan jawaban " Insya allah dan Insya allah " saja.dari para pemangku kebijakan setempat.

Berarti kita harus berusaha sendiri dalam mensejahterakan warga termasuk untuk mendapat kan rasa kemerdekaan itu,walau pun harus di tempuh dengan berbagai hal serta cara sendiri dan dengan biaya sendiri pula.
Jika suatu hari ada bantuan dana untuk pembangunan di sini,dari mana pun itu,saya bersama warga siap bergotong royong dalam melakukan pengerjaan nya.pungkas sang ketua RT.