menulis ala ipong

pinter karena membaca.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 04 April 2017

TEROR PENCULIK GANGGU GERAKAN LITERASI

Isue penculikan terhadap anak untuk di jual organ tubuh dengan harga tinggi.sampai isue bahwa si anak hasil penculikan akan di jual lalu di organisir untuk di jadikan alat pengeruk ke untungan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Isue penculikan anak saat ini sudah sangat marak beredar di kalangan masyarakat perkotaan bahkan sampai daerah kampung di pelosok sekalipun.

Informasi pemberitaan saat ini sangat santer dan menyebar masuk ke dalam kehidupan masyarakat di pelosok lewat kabar burung dari mulut ke mulut tentang info kawanan penculik yang melakukan tindakan penculikan dengan modus operandi,tanpa masyarakat tahu dari mana sumber awal informasi tersebut berasal.

Objek yang saat ini di jadikan sasaran kecurigaan warga masyarakat sebagai pelaku penculikan yaitu tertuju pada,

"orang gila,pengemis bahkan orang asing" yang terlihat di wilayah mereka.

Kecurigaan serta tatapan penuh selidik terlihat jelas pada sebagian masyarakat atas kehadiran orang-orang asing di lingkungan mereka,khusus nya kehadiran orang yang tanpa mereka kenal sebelum nya.

Kini isue tersebut sangat viral di lingkungan masyarakat.
Bahkan dalam dua hari terakhir agenda kunjungan kami di kedua kampung pelosok di kedua kecamatan berbeda di kabupaten sukabumi berujung dengan kecurigaan warga yang sangat akut kepada kami.padahal kehadiran dan kedatangan kami di kampung mereka sudah melalui koordinasi dengan pihak guru sekolah dasar setempat.

Kejadian di saat kami melakukan pemetaan khusus nya terhadap permasalahan kondisi anak-anak usia sekolah dasar di pelosok sukabumi dengan berbagai potret aktivitas serta permasalahan nya.
Termasuk melakukan pendampingan anak-anak di saat para siswa hendak pulang ke rumah yang mesti melewati jalanan setapak di area perkebunan serta lahan persawahan.

Kedua orang anak siswa kelas 1 sama kelas 4 yang kami dampingi sejak dari lingkungan sekolah,karena jarak rumah ke sekolah mereka itu berjarak sekitar 3km.

Kejadian tidak mengenakan kami terima dari orang tua salah satu anak yang kami dampingi.emosi serta nada bentakan keras penuh kecurigaan kami terima.

Pada kejadian saat itu tanpa sedikit pun upaya dari kami untuk membicarakan serta menjelas kan maksud dan tujuan kami kepada orang tua si anak tersebut untuk menjaga terjadi hal yang tak kami inginkan.

karena kami kehawatir akan emosi orang tua yang sudah di ubun-ubun tersebut mengancam keselamatan jiwa kami.

Dengan kejadian tersebut,kami berharap kepada pemerintah atau pihak-pihak yang berwenang supaya secepat nya memberikan tindakan atau sosialisasi kepada seluruh masyarakat atas isue penculikan anak yang sedang merebak.

Upaya sebuah solusi untuk semua lapisan masyarakat agar senantisa tenang dan bisa meredam kekhawatiran masyarakat yang berdampak pada terganggu nya stabilitas kenyamanan serta keamanan semua warga.

Menurut salah satu warga di kampung Gunung Lindur,di kecamatan pabuaran Sagaranten,saat ini tak sedikit anak sekolah yg sewaktu-waktu di larang orang tua nya pergi ke sekolah sebab di kehawatirkan anak nya menjadi korban penculikan di tengah jalan.
Karena mengingat akses serta jarak dari rumah ke sekolah nya yang jauh serta terbatas nya jarak pantau orang tua terhadap sang anak.

Kami berharap secepat nya ada upaya jaminan keamanan dan kenyamanan untuk masyarakat dari pihak berwenang.kini sebagian besar masyarakat sangat berharap secepat nya mendapat kan respon untuk penanganan serta perhatian khusus dari berbagai pihak untuk menepis isue yang kini santer merebak di berbagai daerah.
Demi tercipta nya kondusifitas di tengah-tengah masyarakat.

Terutama bagi kami para relawan.suasana serta kondisi yang kondusif sangat di harap kan sekali.dimana suasana yang aman dan nyaman seperti dahulu sebelum ada nya isue kasus penculikan menjadi teror yang meresah kan seperti saat ini.

Karena kegiatan kami para relawan lebih banyak aktif keluar masuk dari kampung satu ke kampung lain nya di daerah pelosok.
Karena selama ini kami (Sabumi Volunteer) lebih banyak berinteraksi melakukan kegiatan bersama anak-anak.terkadang kegiatan kami lebih banyak bersentuhan langsung dengan dunia dan kehidupan anak-anak.

Sabtu, 25 Maret 2017

TERKUCIL DI TANAH KELAHIRAN

Kehidupan masyarakat Sukabumi terisolir. Akses jalan sulit dan terbatas. Fasilitas penunjang kesejahteraan seperti pendidikan, kesehatan, perekonomian dan Infrastruktur memprihatin kan.

Kondisi kehidupan masyarakat di Kabupaten Sukabumi serba tertinggal, mungkin sejak jaman Indonesia merdeka sejak 71 tahun silam, sampai saat ini. Pada jaman yang sudah serba canggih dan modern, ternyata sebagian warga Sukabumi masih hidup memprihatin-kan, Jauh dari kata layak.

Dalam kunjungan ke beberapa daerah di wilayah Kabupaten Sukabumi, Kami masih menemukan sejumlah kampung terisolir. Akses jalan nya tidak layak. Sehingga tingkat kesulitan untuk menjangkau daerah tersebut cukup tinggi dan sangat berbahaya.

Bahkan jalan yang sudah tersedia saat ini, nyaris sama sekali tidak menyerupai sebuah jalan pada umum nya. Sumber Daya Manusia yang rendah pun melengkapi catatan ketertinggalan serta penderitaan mereka.

Berbagai fasilitas penunjang masih minim, Seperti fasilitas pendidikan dan kesehatan. Fasitas - fasilitas penunjang yang ada terkadang hanya berupa bangunan yang sudah tua dengan tingkat kerusakan yang sangat bervariasi dan sudah secepat nya membutuhkan peremajaan.

Kondisi seperti itu sangat kontras dengan kondisi geliat pertumbuhan pembangunan yang tengah di gala kan pemerintah dan berbagai perusahaan swasta. Mereka mulai massif merambah  kegiatan usaha-nya di tengah kondisi kehidupan masyarakat yang semacam ini.

Saat ini. Pembangunan infrastruktur jalan yang menghubung-kan antar kampung jauh lebih baik dan sangat di butuh kan bagi sebagian masyarakat pelosok, di bandingkan dengan pembangunan yang tengah di gala kan pemerintah yang sangat berfokus pada peningkatan sektor industri dan pariwisata.

Proses pengembangan dan pembangunan kedua sektor tersebut masih menjadi pusat perhatian dan hal ini terlihat jelas sekali, seolah proses nya tengah di percepat.

Kehidupan masyarakat daerah terisolir tidak menjadi lebih baik dan terbantu, terutama dalam hal tingkat kesejahteraan. Masyarakat sama sekali tidak merasakan dampak positif proses pembangunan yang tengah di gencar di lakukan. 

Perkembangan pembangunan di sektor industri sangat pesat perkembangan-nya, misalnya di Kabupaten Sukabumi. Ini menjadi bukti nyata tidak berdampak-nya pembangunan terhadap tatanan kesejahteraan masyarakat.

Bukti sebagian masyarakat di berbagai kampung harus hidup tanpa penerangan  akibat ketiadaan aliran listrik PLN. Padahal, kampung yang membutuh kan aliran listrik tersebut jarak nya masih terhitung dekat sekali dari bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berdiri kokoh di pesisir laut selatan, tepat nya di pantai Pelabuhan Ratu.

Pembangunan akses jalan adalah salah satu point terpenting dalam upaya melepas jerat isolasi serta ketertinggalan masyarakat di kampung-kampung pedalaman yang masih terisolir. Parah nya akses jalan selama ini menjadi penyebab pembangunan yang terhambat serta sulit nya warga melakukan mobilitas.

Bayang-kan saja, Masyarakat Kampung Cirengrang Desa Rambay Kecamatan Tegal Buled harus merogoh kocek ekstra besar, karena ongkos angkut bahan material dari jalan raya ke kampung sangat tinggi. Sebagai contoh. Ongkos angkut sebuah genting Rp 1.200. Ongkos kuli angkut barang mencapai Rp1.000 per kilogram. Harga yang sama berlaku untuk semua jenis barang. Kalau satu rumah saja memakai genting seribu buah, hitung saja berapa ongkos kuli angkut yang mesti di keluarkan. Belum lagi ongkos kuli angkut untuk bahan material lain-nya.

Selain akses jalan,layanan pendidikan dan kesehatan juga mestinya menjadi titik prioritas. ketertinggalan dalam bidang tersebut membuat sebagian masyarakat tidak bisa memaksimal-kan pemanfaatan kekayaan alam. Mereka jadi kesulitan menjual hasil panen keuar wilayah. Kalau pun  memaksa nya menjual keluar, kerugian pasti mengintai setiap transaksi panen, karena ongkos kuli untuk mengangkut hasil panen sampai jalan raya bisa setengah kali lipat harga jual.

Kami percaya tiap manusia mempunyai cita-cita yang tinggi dan naluri untuk hidup lebih baik. Oleh karena itu. kami berharap pemerintah dapat menjadikan pembangunan penunjang di bidang pendidikan sebagai hal prioritas, sebab pendidikan berkualitas mampu melahirkan generasi kritis, cerdas dan mandiri.

Anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa ini  memiliki potensi menjadi intelektual unggul di masa yang akan datang. Tidak sedikit di antara anak-anak pelosok ini yang ber prestasi dan yakin suatu hari kelak, mereka akan berhasil menjadi orang sukses yang bisa kembali untuk membangun kampung halaman-nya.

Saat ini kami tengah melakukan pemetaan kecil agar pendidikan terlaksana dengan baik sekalipun itu daerah terisolir.Tujuan nya bukan lah untuk membuka aib. Kami semata-mata ingin mengindentifikasi berbagai permasalahan kompleks dalam berbagai bidang. terutama minim nya akses jalan, kondisi pendidikan ( yang jauh dari kata layak ), serta fasilitas pendukung kesehatan di berbagai kampung ( yang boleh di bilang masih "nol" ).

Kami sering melakukan perjalanan ke tempat terisolir guna melakukan sosialisasi serta menumbuh-kan minat baca masyarakat, terutama pada anak-anak. Sekaligus melakukan pemetaan berbagai permasalahan sosial - ekonomi.

Tujuan utama kami adalah membantu yang bukan sebatas nilai nominal uang  atau materi saja, tapi juga memberikan informasi kepada khalayak tentang potret permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. Berangkat dari pemetaan ini kami sungguh berharap berbagai pihak dapat menemukan solusi dan kemudian segera bertindak guna menangani permasalahan tersebut.

Dengan mengangkat berbagai isu serta mwnggali informasi kompleks-nya permasalahan yang terjadi, bukan berarti kami sedang berupaya mencari kambing hitam atau menyalah-kan pihak tertentu. Kami hanya berinisiatif melakukan mengidentifikasi masalah sebagai bekal di temukan nya solusi yang di tindak lanjuti secara berkesinambungan demi terwujud sila ke-lima butir Pancasila, yaitu. " Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ".

Ke depan nya, semoga tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah karena ketiadaan biaya transportasi ke sekolah akibat mahal-nya ongkos ojeg. Banyak-nya anak-anak yang putus sekolah juga terjadi karena orang tua khawatir melepas anak-nya bersekolah melalui jalan-jalan rusak dalam jarak jauh.

Larangan orang tua bukan-nya tidak berasalan. Mereka khawatir anak-nya menjadi korban tindak kriminal dalam perjalanan, seperti pembegalan, pemerkosaan, bahkan pembunuhan. Anak-anak memang rentan mengalami kejadian ini. Penyebabnya adalah jauh-nya jarak antara tempat tingal dan sekolah, yang diperparah rusak-nya akses jalan.

Warga pelosok juga sangat berharap tidak ada lagi sekolah yang sering libur mendadak hanya karena satu-satu nya tenaga pengajar atau guru di sekolah tersebut berhalangan datang mengajar karena sakit atau pun tidak bisa melintas karena aliran sungai yang harus di sebrangi meluap air-nya ketika hujan.

Kami juga berharap tidak ada lagi sekolah yang hanya diajar oleh seorang guru untuk semua kelas, seperti hal nya Bapak Dadang Sudrajat, seorang guru TKS ( Tenaga Kerja Sukarela ) yang harus mengajar seorang diri di SDN Cirengrang Kab Sukabumi.


     @Sabumiku.com

Minggu, 12 Maret 2017

TIGA POIN BERSAMA PEGIAT LITERASI SUKABUMI

Silaturahmi dan Diskusi relawan beserta para pengelola taman baca serta pelatihan menulis untuk para pagiat literasi kota sukabumi.

Para relawan literasi beserta perwakilan beberapa pengelola taman baca di sukabumi berkesempatan kumpul bersama serta bisa bersilaturahmi dalam satu agenda kegiatan.dalam kesempatan kali ini hadir pula seorang pegiat literasi dari kota bogor Kang Usep dari TBM Al-munawar desa Sukaharaja Kab Bogor.


Selain pegiat literasi yang telah berhasil mendirikan beberapa Taman Baca serta terus berupaya mengembangkan di wilayah nya sejak 2013 silam.beliau sampai saat ini juga tetap konsen dan konsisten dalam berkampanye serta terus berupaya dalam pengembangan Taman Baca di wilayah nya.itu semua beliau lakukan demi sebuah tujuan mulia melawan angka putus sekolah di wilayah tempat tinggal nya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari,yang di laksanakan hari sabtu dan minggu tgl 12-13 maret 2017.memilih lokasi pusat kegiatan di salah satu area Bumi perkemahan Cangkuang di area kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Ajang silaturami serta diskusi para pegiat Literasi yang pertama kali di adakan ini. kegiatan yang di prakarsai langsung oleh rekan-rekan Relawan Literasi Sukabumi (Sabumi Volunteer) Ini di hadiri oleh beberapa perwakilan pegiat Literasi serta menghadirkan langsung beberapa nara sumber dari berbagai ahli di bidang nya masing-masing.

Seperti Sodara Sylvie Tagana seorang jurnalis yayasan Doctor Share yang memberikan pembekalan langsung tentang ilmu pelatihan menulis dan cara-cara pemakaian serta pengelolaan media sosial dengan bijak dan benar.


Beliau sengaja hadir langsung dengan tujuan berbagi ilmu tentang bagai mana mengolah suatu data yang kita dapat kan dalam berbagai kegiatan sehari-hari ke dalam tulisan lalu di kemas menjadi sebuah berita valid sesuai fakta dan data serta di sajikan dalam bentuk apapun di dalan semua akun medsos pribadi masing-masing.

Materi yang mempunyai tujuan untuk kita lebih bijak dalam bermedia sosial serta upaya menampik semua berita hoax yang senantiasa mengalir deras dari segala sisi.

Selain sodara Sylvie hadir juga Bpk C.Jauhari S.H dengan pembekalan materi Hukum Perjanjian.materi advokasi yang di sampai kan beliau sangat melengkapi serta menjadi daya bobot ilmu yang kami dapat kan di dalam acara kegiatan ini.

Hukum perbankan juga di kupas oleh ibu Nevi,salah satu senior dalam dunia perbankan di jakarta.beliau dengan sangat antusias berbagi ilmu tentang seluk beluk dunia perbankan.

Ibu Nevi dengan gaya santai nya lebih menekan kan tentang sudah seharus nya kita semua lebih waspada dengan isue money laundy atau tindak pencucian uang yang lagi marak dengan berbagai kasus yang banyak mencuat saat ini.karena semua itu sangay bertentangan dengan hukum yang berlaku di negara ini dan sudah jelas masuk ke jalur tindak pidana.

Konsep acara kegiatan yang pertama ini adalah camping ceria,santai bersama sambil menikmati nuansa alam bebas.dengan mengambil tema acara kegiatan pertama kali nya ini, yaitu.

" Pelatihan menulis pegiat literasi sukabumi "

Selain untuk silaturahmi sesama pegiat literasi,ajang ini juga kami rasa sangat lah penting di laksanakan untuk arena dan kesempatan belajar bersama.

Kegiatan sangat ini sangat menarik dan berhasil mendapat kan respon positif dari para peserta serta tamu undangan yang hadir.banyak masukan dari para peserta,mereka berharap sekali kedepan nya lebih sering di lakukan agenda kegiatan seperti ini atau menjadi agenda silaturahmi rutin.


Beberapa hal yang kami dapat kan dari kegiatan ini yaitu tiga langkah yang mesti tetap di pegang teguh untuk bisa tetap menjalankan berbagai program masing-masing Taman baca.

" Konsisten,koordinasi dan sinergi "

Itulah ketiga poin penting yang kami dapat kan dari acara silaturahmi serta diskusi kali ini.ketiga poin tersebut di rasa menjadi ssbuah elemen penting yang mesti harus terus di terap kan oleh para pegiat literasi terutama para pengelola Taman Baca khusus nya.

Karena menurut kami,para pengelola adalah juru kemudi mutlak keberhasilan serta kebermanfaatan sebuah Taman Baca itu sendiri.

Selasa, 28 Februari 2017

Mimpi Kecil Untuk Kesehatan Masyarakat Pelosok

Berawal dari rasa keperihatinan pada kondisi kesehatan anak pelosok yang  sudah 7 tahun menderita penyakit suspek TB.
Seorang anak gemilang yang senantiasa mendapat juara ranking di kelas nya itu sejak lahir menderita kelumpuhan permanen.

Pertemuan yang berawal dari sebuah kegiatan Baksos  "Menyentuh Negri Kuta Luhur" yang di laksanakan bulan agustus 2016.
Sebuah aksi sosial yg di motori  kawan-kawan dari Relawan SAHABAT ANAK-ANAK NUSANTARA pada sebuah Sekolah Dasar (SD) di salah satu pelosok kabupaten sukabumi.

Melalui proses perjuangan yang sangat panjang,akhirnya team relawan sepakat ambil keputusan membuat sebuah program kecil penggalangan dana demi membantu kesembuhan sang anak.

para relawan terus tanpa lelah bahu membahu berjuang untuk pengobatan Ratih Indriani 13 thn.siswi kelas 6 SDN Kuta Luhur,sampai keputusan evakuasi ke salah satu rumah sakit umum daerah (RSUD R.Syamsudin SH) yang berjarak puluhan kilo meter pun harus rela di tempuh nya.

Akses jalan yang bisa di bilang tidak lah mudah.bisa di bilang cukup terisolir itu sangat kontras dengan kondisi jalan di beberapa wilayah lain nya.kondisi itu sangat berdampak langsung pada kondisi sosial masyarakat disana,terutama permasalahan di bidang kesehatan.

Mengingat jarak tempuh untuk mencapai puskesmas mencapai jarak 7-10 km.dengan melintasi hektaran kebun singkong serta beberapa perbukitan,akses jalan masih di dominasi batu campur tanah merah,dengan durasi waktu tempuh bisa memakan waktu sekitar 2-3 jam jika cuaca dalam kondisi bersahabat atau musim kemarau,beda cerita kalau di tempuh dalam kondisi cuaca musim penghujan.jarak tempuh bisa jauh lebih sulit dan lama.

Bahkan salah satu rekan kami sdr Sylvie dari Volunteer Doctor SHARE Jakarta di sela kunjungan nya beberapa waktu silam,pernah membandingkan kondisi jalan Desa tersebut dengan salah satu jalan menuju salah satu kampung di Desa Gagemba kab Intan Jaya -Papua,sebuah jalan di atas ketinggian pegunungan papua.

Ternyata jalan akses di atas sebuah pegunungan Papua jauh lebih layak di banding jalan menuju Desa bantar kalong Kab Sukabumi.
Padahal mengingat jarak tempuh dari ibukota negara indonesia tercinta untuk menjangkau Desa Bojong Jengkol itu tidak lah begitu jauh,cuma berjarak kurang lebih 100 km.beda dengan papua sana yang berjarak entah berapa ribu kilo meter jarak nya.

Dalam berbagai kesempatan para volunteer bisa turut merasakan kondisi permasalahan sebagian besar masyarakat di sana,terutama masalah di bidang kesehatan.
Akhir nya para relawan di tuntut berfikir untuk bisa membantu masyarakat di sana,terutama sebagian masyarakat kalangan kurang mampu agar tetap bisa konsultasi dan berobat tanpa mereka harus pergi keluar kampung.

Alhamdullilah,Tanggal 25-26 Febuary 2017 bertempat di Lokasi gedung sekolah SDN Kuta Luhur Desa Bantar Kalong Kec Warung kiara Kab Sukabumi. telah di laksanakan bakti sosial pengobatan Gratis pada 7 (tujuh) kampung meliputi kp cipancer,cijangkar,cibogo,paratag,cigombong dan kp cikubang.untuk dua kecamatan berbeda.selain konsultasi serta pengobatan gratis,kegiatan juga di isi dengan penanaman bibit pohon dan pembagian kitab suci Al-quran,iqra,juzzama,buku bacaan untuk Taman Baca,dan beberapa sejadah serta mukena untuk ke 4 (empat) kampung disana.

Pengobatan cuma-cuma ini mendapat sambutan antusias masyarakat dan berhasil melayani sekitar hampir 400 lebih warga masyarakat dengan berbagai keluhan serta penyakit.diantara nya penyakit reumatik,ispa,alergi dll.

Bahkan hari itu juga team berhasil meng evakuasi seorang ibu hamil yang di prediksi mengandung sepasang bayi kembar untuk di rujuk pada sebuah puskesmas jampang tengah dan langsung di rujuk kembali pada sebuah RSUD Sekar wangi Cibadak.
Sebelum semua team tiba di lokasi sang ibu sudah mengalami pecah ketuban dan harus di evakuasi secepat nya menggunakan mobil Landrover ke jalan raya yang berjarak sekitar 10km,karena mobil ambulan tidak bisa menjangkau lokasi kediaman sang pasien.

kini sepasang bayi kembar pasangan dari keluarga Bapak ucup dan istri Ibu Memen telah lahir dengan selamat.walau harus melalui proses operasi.

Kegiatan pertama ini,kami rasa masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak sekali kekurangan dari berbagai hal,terutama kurang nya team medis terutama dokter yang terlibat,serta stock persediaan obat yang di rasa masih kurang guna bisa melayani semua lapisan masyarakat dengan maksimal.

Animo masyarakat pada kegiatan baksos pengobatan gratis ini sangat luar biasa dan sungguh di luar dugaan kami semua.
Dari pengalaman ini kami bisa melihat betapa haus nya masyarakat terutama di pelosok akan sebuah pelayanan kesehatan yang mudah,dekat dan bisa terjangkau oleh mereka sekalipun kondisi mereka di pelosok.

Kegiatan ini adalah mimpi sederhana kami para relawan yang peduli akan kondisi permasalahan masyarakat di pelosok.mimpi kecil untuk bisa menghadir kan langsung team medis ke lokasi terpelosok guna menciptakan masyarakat sehat dan sejahtera.


Kini mimpi sederhana kami pun sudah terealisasi kan dengan baik,berkat kerja sama serta sinergi antar berbagai komunitas serta berbagai pihak yang sama-sama peduli dan prihatin.


Terima kasih yang tak terhingga terucap dari kami untuk :  

 (RSUD.R.SYAMSUDIN.SH.BROTHERHOOD FOR NATURE,KOMUNITAS CEKER KOLOT,Sukabumi Experience, MaxCrosser,Little Star PhotoGraphy,VESS  Vitara 4x4 sukabumi,aksaloka,sedekah broker,SABUMI VOLUNTEER)

Penulis : ipong 

(komunitas literasi sukabumi)

Documentasi : (sabumi volunteer)

Jumat, 17 Februari 2017

MEMASYARAKAT KAN BUKU DI LINGKUNGAN PABRIK

Berawal dari hobby mengoleksi berbagai macam buku bacaan,serta di dorong dengan rasa keperihatinan terhadap rekan-rekan di lingkungan tempat kerja nya.

Riyanti (21) berusaha menyediakan serta menghadirkan berbagai macam buku bacaan untuk rekan-rekan kerja serta masyarakat di sekitar  lingkungan tempat tinggal atau (kost)an nya.

Riri panggilan akrab gadis asal banyumas jawa tengah dan sudah lama menetap di daerah sukabumi ini berusaha keras mengisi waktu senggang dia bersama rekan-rekan nya dengan kegiatan membaca buku.
Selain membuka perpustakaan mini di kamar kostan nya ia juga aktif membuka lapak baca setiap per 2 (dua) minggu di salah satu sekolah menengah tingkat atas di kota cicurug.
Untuk jadwal serta kegiatan nya itu masih menyesesuai kan dengan berbagai waktu kesibukan kerja serta kuliah nya nya."kadang buka lapak kadang kita libur ngelapak tergantung waktu senggang nya aja",ujar nya.

Terhitung sejak 28 oktober 2015,Riri bersama beberapa rekan nya  resmi mendirikan dan mengelola sebuah Taman Baca yang di beri nama "Rabbani",yang menurut Riri sendiri nama tersebut mengandung sebuah arti yaitu," Generasi yang sempurna dan baik."

Selain menjadi karyawati sebuah pabrik di daerah bojong kokosan parungkuda,ia juga sampai saat ini masih tercatat sebagai mahasiswi aktif sebuah perguruan tinggi swasta di kabupaten sukabumi.

Kini ia mulai melayani pinjaman buku kepada masyarakat sekitar terutama rekan-rekan tempat kerja nya.
Dengan kegiatan yang di lakukan selama ini,ia berharap kedepan nya rekan-rekan kostan nya bisa mengisi waktu senggang dengan berbagai hal positive terlebih bisa memanfaat kan buku bacaan yang ia sedia kan.
karena menurut ia,selama ini teman-teman nya lebih banyak mengisi waktu luang hanya dengan bermain gadget,yang menurut ia kurang begitu baik.

Menurut kami apa yg di lakukan Riri selama ini patut mendapat kan apresiasi,karena seorang Riri dengan kegigihan serta keyakinan kuat nya tetap berusaha dan berjuang keras memasyarakat kan kembali buku di lingkungan para buruh sebuah pabrik.
Menurut kami apa yang di lakukan seorang Riri adalah hal yang sungguh luar biasa dan tidak lah mudah di lakukan.
Terutama usia sasaran program nya itu bukan lagi para remaja yang baru beranjak atau para anak-anak pada umum nya,tapi para remaja yang mungkin sudah sulit menerima kembali tentang betapa penting nya dunia membaca buku.
Semua itu bukan suatu halangan atau pun hambatan bagi Riri untuk tetap berjuang mengangkat lagi minat baca di tengah -tengah buruh pabrik yang mungkin saat ini image negative sudah begitu melekat dan selalu tertuju pada mereka.
Terutama karyawati yang menjalani hari-hari nya selalu jauh dari pantau an keluarga serta orang-orang terdekat nya.

Minggu, 12 Februari 2017

WAKTU YANG TERBUANG

Tanda kesibukan anak-anak kecil usia sekolah dasar di kampung Jelegong sudah terlihat sejak pukul 04'00 wib dalam setiap rumah setiap pagi.


Dari mulai sholat berjamaah di masjid,mandi,sarapan serta menyiap kan semua alat keperluan sekolah mereka masing-masing,tak ketinggalan pula para orang tua turut mempersiap kan sebuah lampu minyak untuk penerangan jalan mereka guna menembus lereng perbukitan menuju sekolah setiap pagi nya.

Anak-anak yang bersekolah dari kampung jelegong ini harus berangkat  2 jam lebih awal dari teman-teman sekelas lain nya.

Tujuan mereka berangkat lebih pagi agar mereka bisa tepat waktu dan tidak terlambat masuk kelas guna mengikuti kegiatan belajar tepat pukul 07'00 bersama teman-teman lain nya.

Sebalik nya waktu pulang pun mereka harus ikhlas 2 jam bahkan lebih lambat sampai ke rumah dari rekan-rekan lain nya.

Nasib anak-anak sekolah SMP mungkin dirasa lebih wajar dan beruntung di banding anak-anak SD,karena jam masuk sekolah mereka pukul 01'00 siang.jadi mereka berangkat sekolah pada waktu sudah terang yaitu pukul 10'00 wib dan tiba di rumah mungkin disaat malam sudah tiba.

Mereka berjalan bergerombol beriringan,melewati jalan becek berlumpur yang berkelok menembus gelap serta pekat nya kabut di tengah hektaran tumbuhan ilalang liar,membelah ladang tanaman huma (sejenis tanaman padi tadah hujan) warga,terkadang harus melewati turunan curam serta jalanan terjal yang mendaki beberapa bukit.

Sehari 4 jam atau bahkan bisa lebih jika cuaca musim penghujan tiba.sebagian waktu mereka terbuang percuma di habiskan hanya untuk berjalan kaki setiap hari demi sebuah ilmu pendidikan di bangku sekolah.perhitungan waktu terbuang mereka yang sangat sederhana.4 jam setiap hari waktu yang terbuang di kali kurun waktu dalam setaun,entah berapa ratus atau bahkan bisa mencapai angka ribuan jam waktu mereka yang terbuang percuma.

Kondisi serta jarak tempuh mereka mungkin bisa di minimalisir jikalah para pemangku kebijakan bisa lebih memperhatikan kondisi mereka terutama akses jalan di daerah mereka.

Potret yang sangat kontras warga masyarakat Kp jelegong.dengan berbagai program kesejahteraan  pemerintah yang tengah di galakan selama ini,tapi semua nya belum di rasa dampak nya oleh semua masyarakat disana.

Ada yang menarik di Kp Jelegong Rt 06 Rw 03 Desa Buana Jaya Kecamatan Bantar gadung Kabupaten Sukabumi ini.

Sebagian orang tua baru mengijin kan anaknya masuk sekolah dasar pada usia 8 tahun,karena jarak sekolah SDN Bojong Koneng tepat berada di desa sebelah yang jarak 7km dan memakan waktu tempuh sekitar 2-3 jam dengan berjalan kaki.

Disini anak-anak baru boleh bersekolah ketika usia mereka sudah genap 8 tahun,ujar ketua RT kp jelegong.karena kondisi jalan yang teramat berat dan jarak yang sangat jauh untuk anak-anak se usia mereka,jadi dalam usia 8 tahun anak-anak dirasa pas dan cukup kuat untuk bisa mampu melakukan perjalan jauh berjalan kaki ke sekolah.

Pertumbuhan anak-anak disini sangat lah pesat,ada sekitar 18 anak usia 3-5 tahun.20 anak usia sekolah SD,12 anak sekolah tingkat pertama (SMP),1 anak SMU serta 1 anak remaja yang lagi melanjut kan kuliah di kota bandung.

Terlihat dari data dan jumlah anak tersebut,di kampung jelegong yang benar-benar terisolasi selama ini,pendidikan masih di bilang wajib dan mutlak untuk setiap anak.

Terbukti bahwa betapa penting nya sebuah ilmu pendidikan untuk setiap anak di sana.

Bahkan ada seorang ibu yang rela tidak pulang menjadi tenaga kerja di luar negri demi mewujud kan cita-cita anak nya mencapai pendidikan tertinggi.

Sudah beberapa tahun sang ibu masih tetap bertahan bekerja di luar negri untuk tetap bisa membiayai pendidikan anak nya sampai lulus perguruan tinggi kelak.

Sebagian besar anak-anak belajar dan mengaji dan berkegiatan malam hari lain nya hanya bisa mengandal kan cahaya penerangan dari lampu minyak berbahan bakar solar selama ini.

Permohonan agar listrik bisa masuk ke kampung mereka pun sudah lama pernah di lakukan ketua RT setempat kepada pihak-pihak terkait,tapi sampai saat ini kehadiran listrik untuk penerang kampung mereka masih menjadi bagian dari mimpi panjang mereka dan mungkin menjadi misteri yang entah sampai kapan bisa terjawab kan.

Sabtu, 11 Februari 2017

CAHAYA UNTUK NEGRI

Musim penghujan bukan alasan atau pun menjadi suatu penghalang bagi rekan-rekan untuk melakukan sebuah misi  berbagi cahaya kebaikan pada kampung yang terisolasi.

Tujuan serta target aksi kegiatan kali ini yaitu pemasangan panel solar untuk Kampung Jelegong Rt 06 Rw 03 Desa Buana Jaya Kec Bantar Gadung Kabupaten Sukabumi.

Sebuah kampung yang berada di dasar lembah karena posisi di apit dan di kelilingi perbukitan dari segala sisi nya.

Penduduk yang sebagian besar mayoritas bermata pencaharian sebagai petani sudah turun temurun menghuni perkampungan tersebut sejak puluhan tahun silam.

Ada tiga akses jalan untuk bisa menjangkau kampung yang di huni 32 KK dan mempunyai jumlah atap 28 bangunan tersebut.

Tapi ketiga jalur tersebut tidak ada satu pun jalur yang menjadi pilihan.hampir semua jalur mempunyai tingkat bahaya yang sangat tinggi.

Akses jalan bebatuan terjal yang membelah suatu bukit bisa di sebut akses jalan satu satu nya untuk mencapai kampung tersebut yang paling sering di gunakan berbagai macam kegiatan warga.dari mulai untuk perputaran roda ekonomi,pendidikan serta seputar penangan masalahan kesehatan semua warga.

Tema kegiatan rekan-rekan volunteer kali ini di beri nama yaitu " Expedisi Jelegong " aksi ke 28 dari para volunteer tangguh kartala atau lebih sering di sebut Volunteer Perjalanan Cahaya.
Untuk di wilayah sukabumi sendiri ini kegiatan kampung ke 4  kawan-kawan untuk masyarakat marjinal yang benar-benar terisolasi dan masih jauh tertinggal dari berbagai hal.

Kawan-kawan ini semua berjuang sangat konsen pada penerangan lampu.mereka memberikan cahaya lampu tenaga surya pada setiap kampung yang belum mempunyai aliran listrik PLN.
Selain aksi pemasangan panel solar kawan-kawan ini juga konsen sekali kepada pendidikan adik-adik di setiap kampung yang mereka kunjungi.

Dengan mendirikan taman baca serta pembagian secara cuma-cuma buku bacaan,alquran dan iqra dan pembagian alat tulis sekolah pada setiap anak usia sekolah aktif di sela-sela kegiatan utama pemasangan listrik tenaga surya pada tiap kampung serta setiap aksi kegiatan nya.

Mereka adalah volunteer cahaya yang membawa terang di setiap pelosok gelap dan sunyi.
aksi mereka terkadang terasa senyap tapi selalu memberi terang pada kampung yang terisolasi.