"Gadis kidal dengan segala keterbatasan nya selalu meraih peringkat di kelas nya".
Masih terpancar berjuta harapan dalam raut muka kecil yang selama ini merasakan gejala berbagai macam penyakit yang sejak lahir bertubi-tubi menyerang tubuh nya.
Sudah tiga hari gadis kecil itu jauh dari rumah terpisah dengan teman-teman sekolah nya,ia beserta ayah dan ibu nya meninggal kan kampung halaman yang jauh di pelosok sana demi satu tekad dan tujuan berusaha melawan semua penyakit dan penderitaan nya.
Kini setiap hari obat dan jarum serta alat medis lain nya sudah menjadi teman akrab diri nya,Dengan wajah tabah penuh ke ikhlasan ia pasrah sama kondisi yang di alami nya saat ini.
Tahapan demi tahapan pemeriksaan team medis ia jalani untuk memastikan segala penyakit yang ia derita.
Ayah,ibu serta para relawan semua senantiasa mendampingi setia setiap saat selama ia dalam masa pengobatan.
Tak sedikit pun nampak keputus asa an atau pun rasa pesinis yg di tunjukan ratih atas semua penyakit yang ia derita nya.
Hanya kesembuhan yang ia pinta sang ilahi di setiap doa yang terpanjat di sela waktu sehabis sholat yang nyaris tak terlewat kan.
Hari ke tiga hasil pemeriksaan rumah sakit atau pun dokter spesialis di sambut dengan penuh haru serta suka cita oleh semua pihak terutama keluarga dan para relawan,karena menurut penjelasan dokter tidak ada yang mesti di kehawatirkan pada kondisi serta semua penyakit yang di derita sang anak,hanya butuh pengobatan rutin yang bertahap di puskesmas terdekat dalam beberapa waktu yg di tentukan sampai penyakit nya benar-benar sembuh total.
Penyakit suspek TB sama dermatitis otopik yang selama ini menyerang tubuh Ratih sejak usia 5 tahun silam,mungkin saat ini adalah pengobatan pertama nya selama 7 tahun terakhir.
Ironis sekali karena jarak dan akses jalan serta masalah ekonomi pula,bertahun-tahun lama nya sang anak tidak pernah merasakan pengobatan atau pun hanya sekedar melakukan pemeriksaan dokter.
Kini senyum sang anak mulai terlihat setelah beberapa hari para relawan serta rekan-rekan yang peduli padanya datang silih berganti berkunjung menjenguk serta memberikan support untuk kesembuhan serta masa depan pendidikan nya.
"Bu,bagai mana cara nya Ratih membalas kebaikan semua kaka yang sayang sama ratih selama ini"
Itulah kata - kata yang sering di bisikan ratih kepada sang ibu selain rengekan ingin segera pulang untuk kembali ke rumah agar ia secepat nya bisa masuk kembali ke sekolah.berkumpul,belajar dan bermain bersama teman-teman sekelas nya lagi.
Semangat mu akan terus memotivasi kita semua bahkan seluruh anak-anak indonesia lain nya yang mungkin selama ini terlalu menyia-nyia kan dunia pendidikan.






Boleh kah saya tau, di mana alamat rumah tinggal ratih saat ini ?
BalasHapusdan apakah dia masih mendapatkan layanan pendidikan ?